PROGRAM KERJA

Dasar Pemikiran

Era informasi telah sampai ke semua tingkatan kehidupan di muka bumi. Hal ini ditandai dengan mudahnya akses komunikasi antara satu tempat ke tempat yang lain. Jarak sudah hamper tidak menjadi hambatan dalam berkomunikasi sehingga dunia terasa sempit dan terbuka. Globalisasi dan pasar bebas telah menjadi suatu kenyataan. Keterkaitan era informasi dengan dunia pendidikan, kesehatan, dan perekonomian (sebagai tiga pilar kesejahteraan masyarakat) tentu memberikan implikasi positif (manfaat) dan implikasi negatif (mudhorot) pada kehidupan bermasyarakat. Untuk menyikapi keadaan ke depan, ISNU dalam mengemban amanat organisasi sebagai badan otonom termuda NU ikut mengantisipasi dan peduli terhadap dua hal. Pertama, bagaimana ISNU bias meningkatkan peran dalam mengoptimalkan manfaat era informasi ini. Kedua, bagaimana ISNU bisa ikut serta memperkecil dan bahkan menghilangkan (mengeliminir) mudharat era informasi yang ada.

Indonesia memiliki penduduk sebanyak 237.556.363 jiwa berdasarkan statistik Indonesia Agustus 2010. Apabila diestimasikan pada Agustus 2017 dengan kenaikan rata-rata 0,77 persen per tahun, maka jumlah penduduk akan mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Jumlah ini hamper dua belas kali jumlah penduduk negara jiran Malaysia yang hanya sekitar 21 juta jiwa.

Realitas keberadaan populasi kita dengan klasifikasi pendidikan menengah ke bawah pada umumnya masih sangat sedikit yang bisa berperan sebagai subjek (pelaku) pada era informasi ini. Hal ini menjadi factor utama kurang siapnya masyarakta kita dalam merespons perkembangan era globalisasi. Pada sisi lain, masyarakat nahdliyin juga tetap harus berjuang mengemban amanah mencerdaskan dan meningkatkan martabat bangsa yang berbasis amar ma’ruf nahi munkar li i’lai kalimatillah ala ahli sunnah wal jama’ah. Kondisi masyarakat kita dalam bidang kesehatan dan perekonomian juga sepola seperti halnya pada bidang pendidikan, yakni dalam klasifikasi menengah ke bawah.

ISNU sadar betul bahwa membantu NU dalam mengemban amanah meningkatkan kesejahteraan umat memiliki tujuan yang besar dan mulia. Tujuan tersebut telah tertuang jelas pada Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga ISNU. Hal ini perlu dikutip ulang dalam rangka mengingatkan kembali usaha-usaha mencapai tujuan berorganisasi sebagai berikut:

  1. Menghimpun dan mengorganisasikan para warga ilmuwan serta insan profesional pondok pesantren NU atau sarjana (S1, S2, S3) dan guru besar pendidikan umum dari berbagai disiplin ilmu secara modern dan terarah.
  2. Memfungsikan organisasi sebagai laboratorium NU.
  3. Membantu NU dalam mencarikan solusi pemecahan permasalahan.
  4. Membantu NU dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus menyiapkan generasi NU masa depan lebih berbobot, baik akhlak, iman maupun ilmunya.
  5. Secara substansial turut memperkaya muatan ilmiah kegiatan-kegiatan NU di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  6. Memperlancar hubungan dan kerja sama antarsesama anggota, antarperkumpulan sejenis, di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan bidang keahliannya dalam hal pengembangan kajian-kajian Islam, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  7. Mengadakan pertemuan-pertemuan ilmiah seperti penataran, seminar, simposium, dan lokakarya.
  8. Dalam batas dan persyaratan tertentu, memfasilitasi berkembangnya pemikiran-pemikiran ilmiah para anggota, antara lain berusaha mempublikasikan dan menerbitkan karya-karya ilmiah para anggota dalam sebuah penerbitan yang memadai serta menerbitkan buletin bagi para anggota dan khalayak umum.
  9. Menyelenggarakan diskusi atau temu wicara secara reguler dengan umat Nahdliyon di kalangan pesantren, pengurus NU maupun masyarakat umum.
  10. Mengadakan usaha atau ikhtiar yang halal dan sah.

 

 

Dengan demikian, dirasa perlu adanya perencanaan program kerja yang jelas untuk periode kepengurusan mendatang. Hal tersebut tercakup dalam empat PROGRAM POKOK, sebagai berikut:

 

  1. Pemetaan dan pengembangan potensi kader terdidik NU.
  2. Optimalisasi peran dan mobilitas sosial warga NU.
  3. Pengkajian masalah-masalah keindonesiaan.
  4. Pengembangan jaringan kerja nasional dan internasional.

 

 

 

PROGRAM KERJA DAN KEGIATAN BERBASIS PROGRAM POKOK

PENGURUS PUSAT ISNU MASA KHIDMAT 2012-2017

 

NO PROGRAM POKOK PROGRAM KEGIATAN
1. Pemetaan dan pengembangan potensi kader terdidik NU. a. Identifikasi potensi SDM.b. Konsolidasi pengurus.

  1. Sosialisasi dan  popularisasi.

d. Pengembangan dan penguatan potensi SDM.

e. Penguatan organisasi melalui pemberdayaan kantor PP di Jakarta.

 

a. Pembuatan kartu anggota ISNU.b. Rapat pengurus harian, lengkap, dan pleno.

  1. Turba ke PW dan PC.

d. Khususiyah ke-NU-an.

e. Penempatan kantor PP di PBNU atau Jakarta.

2. Optimalisasi peran dan mobilitas sosial warga NU a. Membangun konsorsium atau kemitraan berbasis isu dan kebutuhan daerah.b. Merealisasi MoU NU-Pemerintah/swasta.

c. Peningkatan perekonomian masyarakat.

  1. Peningkatan kesehatan masyarakat dan pembuatan Balai Pengobatan ISNU.
  2. Pemberdayaan dan departemen melalui kerja sama dengan pemerintah.
  3. Pembinaan UKM.
3. Pengkajian masalah-masalah keindonesiaan. a. Seminar ilmiah periodik.b. Kajian rutin dan diskusi aktual kontemporer.
  1. Seminar/simposium   nasional.
  2. Forum diskusi
4. Pengembangan jaringan kerja nasional dan internasional.
  1. Membangun sistem database.
  2. Pengadaan jaringan informasi.
  3. Pengelolaan dan pemeliharaan jaringan.
  4. Peningkatan SDM/pelatihan.
  5. Membangun jaringan kerja ke luar negeri.
  6. Membangun sistem publikasi.
    1. Pembuatan database ISNU.
    2. Pengadaan dan pemasangan jaringan internet PW-PC.
    3. Pelatihan dan pengelolaan website.
    4. Pengelolaan dan pemeliharaan jaringan yang ada.
    5. Sosialisasi ISNU ke PCI NU LN.
    6. Pembuatan buletin ISNU.

 

 

PROGRAM KERJA DAN RENCANA TINDAK

PENGURUS PUSAT ISNU MASA KHIDMAT 2012-2017

 

1. Menghimpun dan mengorganisasikan para warga ilmuwan serta insan profesional pondok pesantren NU atau sarjana pendidikan umum dari berbagai disiplin ilmu secara modern dan terarah.
  1. Sosialisasi ISNU.
  2. Pembentukan PW dan ISNU yang belum ada.
    1. Silaturrahim ke PWNU dan PCNU yang belum ada ISNU.
    2. Sowan ke pondok pesantren.
    3. Pendampingan dan pembentukan pengurus baru.
2. Memfungsikan organisasi sebagai laboratorium NU. Kerja bareng dengan Lajnah Bahtsul Masail NU dari sudut pandang ilmiah.
3. Membantu NU dalam mencarikan solusi permasalahan. Program Tim Pakar ISNU Memberikan rekomendasi dan pemecahan masalah NU.
4. Membantu NU dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus menyiapkan generasi NU masa depan yang lebih berbobot, baik akhlak, iman maupun ilmunya.  

Membuat program pelatihan pengembangan SDM NU.

 

Pelatihan dan pengembangan SDM NU.

5. Secara substansial turut memperkaya muatan ilmiah kegiatan-kegiatan NU di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Membentuk tim konsultansi kegiatan ilmiah NU. Memberikan konsultansi ilmiah kegiatan NU di berbagai bidang kehidupan.
6. Memperlancar hubungan dan kerja sama antarsesama anggota, antarperkumpulan sejenis di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan bidang keahliannya dalam hal pengembangan kajian-kajian Islam, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.  

 

Program social gathering

 

Menyelenggarakan social gathering dengan anggota dan perkumpulan sejenis.

7. Mengadakan pertemuan-pertemuan ilmiah seperti penataran, seminar, simposium, dan lokakarya. Program seminar rutin ISNU Menyelenggarakan seminar, workshop, dan lokakarya ilmiah.
8. Dalam batas dan persyaratan tertentu, memfasilitasi berkembangnya pemikiran-pemikiran ilmiah para anggota, antara lain berusaha mempublikasikan dan menerbitkan karya-karya ilmiah para anggota dalam sebuah penerbitan yang memadai serta menerbitkan buletin bagi para anggota dan khalayak umum.  

 

 

 

Penerbitan jurnal ilmiah

9. Turut mencarikan dukungan finansial untuk pengembangan dan pemberdayaan umat dan masyarakat nahdliyin. Program pemberdayaan warga NU.
10. Menyelenggarakan diskusi atau temu wicara secara reguler dengan umat nahdliyin di kalangan pesantren, pengurus NU maupun masyarakat umum. Program diskusi dengan pesantren atau warga NU. Mengadakan jaring aspirasi masyarakat NU.
11. Mengadakan usaha atau ikhtiar yang halal dan sah. Program lembaga produktif ISNU. Pembentukan lembaga produktif/konsultatif berbasis kepakaran secara profesional.

 

KOMISI B: REKOMENDASI

 

Bismillah, Alhamdulillah Was Shalatu Was Salamu ala Rasulillah SAW

 

Mencermati perkembangan yang terjadi dalam tahun-tahun terakhir ini, terdapat banyak fenomena dan peristiwa yang kalau tidak cepat diatasi bisa membawa kerusakan bagi negara-bangsa Indonesia secara lebih dalam. Di antaranya adalah fenomena kekerasan di dalam menyelesaikan permasalahan, radikalisasi praktik beragama dan aksi terorisme, kesenjangan sosial dan kesenjangan antardaerah, dan korupsi yang menyebar. Kongres ISNU membuat rekomendasi sebagai berikut:

 

Kepada Pemerintah:

 

  1. Mengupayakan adanya kebijakan yang terus menerus dan konsisten berkaitan dengan peningkatan kesadaran umat beragama guna mewujudkan kesalehan secara individual dan sosial.
  2. Menekankan pendekatan dialogis di dalam menyelesaikan masalah dan konflik sosial yang terjadi di masyarakat.
  3. Mengupayakan pencegahan dan tegas terhadap penyebaran ideologi ekstrem dan terorisme yang mengancam keutuhan NKRI.
  4. Memperkuat penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan dalam masyarakat dan memeperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka pemberantasan korupsi.
  5. Mengupayakan kebijakan realokasi dan redistribusi sumber-sumber yang dimiliki negara untuk mengurangi kesenjangan sosial dan kesenjangan antardaerah.
  6. Peningkatan alokasi anggaran untuk pembangunan sektor pertanian dan pedesaan guna memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan serta para petani.
  7. Membuat kebijakan pengelolaan sumber-sumber alam untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat dan kelestarian lingkungan.
  8. Percepatan realisasi program jaminan sosial bagi seluruh warga negara Indonesia, khususnya kelompok miskin dan hampir miskin.
  9. Memperkuat kemandirian guna mengurangi ketergantungan, baik dari segi budaya, politik, maupun ekonomi.
  10. Meningkatkan daya saing bangsa melalui program wajib belajar belajar 12 tahun, memperluas akses dan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta lembaga penelitian dan pengembangan (research and development).
  11. Pengakuan dan penguatan eksistensi lembaga-lembaga pendidikan yang berbasis komunitas, seperti pondok pesantren, tanpa mengganggu kemandirian dalam menentukan kurikulum.
  12. Menindaklanjuti semua MoU yang telah disepakati oleh pemerintah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berkaitan dengan semua Lajnah, Lembaga, Banom NU, dan terutama pondok pesantren.
  13. Menggunakan dan menyalurkan Dana Abadi Umat (DAU) untuk kepentingan umat, seperti untuk meningkatkan kualitas pondok pesantren secara transparan dan akuntabel.
  14. Peningkatan sumber daya manusia di pondok pesantren melalui pemberian beasiswa bagi para pengajarnya di jenjang pendidikan dan pelatihan yang lebih tinggi, serta memberi kesempatan berupa beasiswa kepada para lulusan guna meneruskan pendidikannya.

 

Kepada PBNU:

 

  1. Melakukan pengaderan secara sistematis guna memperkuat pemahaman Aswaja di kalangan pengurus dan warga.
  2. Memperkuat pengaderan dan calon-calon ulama, di antaranya melalui optimalisasi fungsi Rabithah Maahid Islamiyah (RMI).
  3. Mempercepat dan memperkuat berdirinya lembaga-lembaga pendidikan NU, mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi guna mempersiapkan SDM di lingkungan Nahdlatul Ulama.
  4. Mempercepat dan memperkuat berdirinya lembaga-lembaga kesehatan seperti klinik dan rumah sakit di MWC dan Cabang-Cabang.
  5. Mempercepat dan memperkuat kegiatan ekonomi seperti Kopontren.
  6. Mengakomodasi semua potensi Nahdliyyin, khususnya pengasuh pondok pesantren dan kalangan professional NU, dalam struktur kepengurusan NU dari tingkat pusat hingga tingkat daerah.
  7. Memperkuat jaringan petani, tenaga kerja, para professional dan pengusaha di lingkungan NU.

 

Kepada PP ISNU:

  1. Mengaktifkan kantor dan kepengurusan di tingkat Pusat yakni di ibu kota Jakarta.
  2. Segera membentuk Pengurus Wilayah dan Cabang ISNU di seluruh wilayah Indonesia.
  3. Membangun sistem database ISNU.
  4. Membuat rubrik khusus ISNU di NU Online.
  5. Membantu PBNU dalam memperkuat pesantren, lembaga pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
  6. Aktif membantu PBNU dalam merespon berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

 

Kepada Masyarakat:

 

  1. Mengajak semua komponen masyarakat untuk lebih aktif menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada secara damai dan menghindari cara-cara kekerasan.
  2. Menghimbau kepada unsur masyarakat terutama sarjana Nahdliyyin untuk ikut berperan aktif dalam membesarkan organisasi ISNU di semua tingkatan.
  3. Menghimbau kepada semua lembaga swadaya atau masyarakat untuk ikut berperan sebagai partner kerja sama dalam merealisasikan program ISNU di semua tingkatan.

PROFIL | PERATURAN DASAR | SUSUNAN PENGURUS | HIMNE DAN MARS NU